WhatsApp Image 2016-08-22 at 12.05.38 Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menngelar sebuah program inovatif dalam pemberdayaan masyarakat, dan sangat relevan untuk diadaptasi  secara nasional.

PrWhatsApp Image 2016-08-22 at 12.05.41ogram dimaksud bertajuk “Kampus Desa” yakni sebuah implementasi program pemberdayaan masyarakat secara swadaya dengan mensinergikan potensi IPB, masyarakat, kader Posdaya, Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan Yayasan/LSM. Program ini dirancang untuk memungkinkan terlaksananya proses pembiayaan yang kontinyu dan murah karena dilaksanakan dengan semangat sinergi dalam swadaya pemberdayaan masyarakat antar berbagai komponen, Sabtu (20/8), bertempat di Posdaya Cempaka Kelurahan Cilendek Timur Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor telah di helat Kuliah kampus Desa IV bertemakan Usaha Pembibitan Tanaman dan Kebun Bergizi.

Hadir sebagai narasumber adalah  Ir. Rio Sudarpo dan Dewi Fatmawati, selaku praktisi usaha pembibitan tanaman kebun bergizi. Kuliah Kampus Desa IV ini dihadiri oleh 640 orang peserta yang merupakan perwakilan dari posdaya-posdaya  yang berada di kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

WhatsApp Image 2016-08-07 at 09.13.56

WhatsApp Image 2016-08-07 at 09.12.28

Pada hari Sabtu tanggal 6 Agustus 2016, Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) LPPM IPB kembali menggelar Kuliah Kampus Desa (III) yang bertemakan Budidaya Ayam Kampung di Lahan Sempit Perkotaan.  Kuliah Kampus Desa kali ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Dr. Elang Ilik sebagai Motivator dan Praktisi Kewirausahaan, Ir. Agus Setianan selaku Motivator dan Bapak Salis sebagai praktisi budidya ayam kampong perkotaan.  Kampus Desa III bertempat di Posdaya Lah Tahzan Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor dihadiri oleh 40 orang peserta yang merupakan perwakilan dari posdaya-posdaya  yang berada di kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan pelatihan pembuatan kemasan, (29-30/1). Kegiatan yang bertempat di KampusIPB Baranangsiang Bogor ini, diikuti oleh sekira 40 kader Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dari Kabupaten dan Kota Bogor, serta dari Cianjur.
 image of news
Kepala P2SDM LPPM IPB, Dr. Pudji Muljono menyampaikan, pelatihan ini difokuskan untuk  produk-produk pengolahan pangan dan kerajinan berbasis potensi di Posdaya. Sementara ini, terangnya, produk yang dihasilkan oleh Posdaya binaan IPBmasih kalah bersaing dengan produk luar, terutama dari daya tarik kemasannya. Untuk itu, P2SDM LPPM IPBsebagai mitra berkewajiban mendampingi, membina dan memberikan pengetahuan cara membuat kemasan produk yang menarik dan baik.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Ir Yannefri Bachtiar, M.Si mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan dari produk yang dihasilkan oleh Posdaya. “Dengan bentuk kemasan yang menarik konsumen, otomatis daya beli akan meningkat dan keuntungan akan lebih banyak didapat,” ujarnya.
Salah satu peserta, Suherti dari Posdaya Cemara Bondongan Kota Bogor, mengatakan dengan mengikuti pelatihan ini, ia berharap dapat menambah pengetahuan tentang pembuatan kemasan produk yang menarik. “Ilmu yang didapat akan saya tularkan kepada anggota Posdaya,” ujarnya.
Narasumber pelatihan, Hendra Gautama Putra dari Rumah Kemasan Atama Pack Bandung menjelaskan, desain kemasan produk harus semenarik mungkin bagi konsumen. Menurutnya, yang harus diperhatikan bagi produsen dalam pembuatan kemasan diantaranya adalah harus mencantumkan informasi bahan produk, informasi perijinan dari dari Dinas Kesehatan, dan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Awl)
Kontak:
Kepala P2SDM LPPM IPB Dr. Pudji Muljono
No HP. 081311157644
subject : Yannefri Bachtiar , Posdaya Binaan IPB , Pudji Muljono , Pelatihan Pembuatan Kemasan , P2SDM LPPM IPB
Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menelurkan sebuah program inovatif dalam pemberdayaan masyarakat, dan sangat relevan untuk diadaptasi  secara nasional. Program dimaksud bertajuk “Kampus Desa” yakni sebuah implementasi program pemberdayaan masyarakat secara swadaya dengan mensinergikan potensi IPB, masyarakat, kader Posdaya, Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan Yayasan/LSM. Program ini dirancang untuk memungkinkan terlaksananya proses pembiayaan yang kontinyu dan murah karena dilaksanakan dengan semangat sinergi dalam swadaya pemberdayaan masyarakat antar berbagai komponen, Jum’at (3/6), bertempat di Kampung Carangpulang Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.
 image of news
Kampus Desa diluncurkan oleh Kepala LPPM IPB Dr. Prastowo yang  mengungkapkan bahwa program Kampus Desa akan berdampak besar bagi kemajuan desa dan Posdaya. Pengembangan potensi desa merupakan bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan dengan terjun langsung ke masyarakat secara kontinyu. Kepala P2SDM LPPM IPB, Prof.Dr. Pudji Muljono menambahkan bahwa program Kampus Desa sangat strategis dalam melengkapi program-program yang bersifat proyek.
Sebelumnya, Prof.Dr. Ervizal A.M. Zuhud dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB memberikan kuliah perdana kepada 40 Posdaya yang hadir. Ia mengimbau agar semua masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, dengan cara menanam sayuran, buah-buahan dan tanman obat. Sehingga apabila keluarga memerlukan obat ataupun sayuran, keluarga dapat langsung memetiknya,  tidak perlu membeli dari luar.
Sementara, Ketua Pelaksana Program Kampus Desa, Ir. Yanefri Bachtiar, M.Si, mengatakan, munculnya ide Kampus Desa ini adalah sebuah upaya pemberdayaan masyarakat yang butuh waktu sangat panjang, membutuhkan juga sumberdaya  yang tidak terbatas dengan  program yang terus menerus. Untuk itu, dibutuhkan relawan dalam mewujudkan program kampus desa di masing-masing wilayah. Karenanya ada relawan pemberdayaan masyarakat,  relawan tenaga ahli (dosen, alumni IPB, mahasiswa IPB dan pensiunan IPB), relawan dari pemerintah, serta relawan dari pihak  swasta (PT ANTAM (Persero) Tbk, Yayasan Racana, Yayasan Damandiri, Yayasan SOS, dan lainnya yang siap bergabung, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang utuh berkesinambungan diantara relawan dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia menambahkan, program Kampus Desa akan digulirkan ke 100 Posdaya di masing-masing desa dan kota di wilayah Bogor. Harapannya setiap bulan relawan pemberdayaan masyarakat menentukan tempat penyelenggaraan di masing-masing kecamatan dengan program Kampus desa. Aksi program Kampus Desa bisa dijadikan wadah transfer ilmu dan teknologi  bagi masyarakat, praktik dan magang serta sharing aneka topik. Di Kampus Desa ini, masyarakat bisa mendapatkan ilmu dan teknologi di bidang pertanian dalam arti luas, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Hadir dalam launching kampus desa di desa Cikarawang diantaranya  peneliti dan dosen dari IPB, Posdaya Kota dan Kabupaten Bogor, mahasiswa pascasarjana IPB, Yayasan Damandiri, PT ANTAM (Persero) TbkTim Biro HPH IPB, Agrianita IPB, dan warga masyarakat. (Awl)
Kontak:  Ir Yanefri Bachtiar, M.Si
HP. 0811119407

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia,  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (P2SDM-LPPM-IPB) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar evaluasi pengembangan ekonomi terhadap 24 Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) penerima dana hibah bantuan sosial 2013 Pemkot Bogor, Jumat (14/3).

IMG_3538
Kegiatan yang bertempat di Ruang Sidang P2SDM, Kampus IPB Baranangsiang Bogor itu, dihadiri Asisten Daerah (Asda) II bidang Kemasyarakatan dan Pembangunan Pemkot Bogor, Ir .H. Azrin Syamsudin, M.Si., Dra. Tini Sri Agustini, MM dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, Ibu Amik dari  Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Bogor, Kepala P2SDM IPB, Dr. Pudji Mujono, dan para reviewer yakni Ir Burhanuddin, MM, Ir Yannefri Bakhtiar, M.Si, dan Dr. Ir. Tjahja Muhandri.

IMG_3531
Satu persatu, para pengelola Posdaya ini mempresentasikan penyerapan dana hibah bansos yang mereka terima pada Desember 2013 lalu tersebut. Besaran dana hibah masing-masing Posdaya variatif, tergantung jenis usaha yang mereka kelola, yakni mulai 5-25 juta rupiah per Posdaya.
Dra. Tini Sri Agustini dari BPKAD mengatakan, besaran dana hibah bansos 2013 yang disalurkan kepada 24 Posdaya melalui P2SDM ini adalah sebesar 350 juta rupiah. “Kami berharap bantuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan tentunya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. Bahkan diharapkan dapat terus berkembang menjadi embrio Posdaya selanjutnya,” paparnya. Selanjutnya ia mengemukakan,  Posdaya lainnya yang belum dapat dana hibah bansos bisa diajukan untuk tahun 2015 mendatang. Dengan demikian, keberlanjutan program ekonomi di Posdaya bisa berlangsung dengan baik, pungkas Asda II Ir. H. Azrin Syamsudin, M.Si. (nm)

Sebanyak 50 orang peserta Observation Study Tour (OST) ke-57 Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dari Pemerintah Kota Jambi Provinsi Jambi, Rabu (23/10), dibuat kagum dengan suasana Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Kekaguman mereka berawal dari kebersihan lingkungan yang mereka dapatkan saat keliling desa dengan berjalan kaki di pagi hari itu.

 

Tentang ini ada peserta yang berujar, apakah kebersihan ini sengaja dibuat warga karena ada tamu. Dengan sigap, Ketua Posdaya Kenanga Situgede, Salikan, mengatakan kebersihan ini merupakan budaya yang diterapkan warga setiap saat melalui program ‘LISA’ atau Lihat Sampah, Ambil!.

Kekaguman lain peserta OST terhadap Posdaya Kenanga sebagaimana diungkap pimpinan rombongan Pemkot Jambi, M Rasyid Rido Siregar, SH, MH. “Bersyukur, Posdaya Kenanga ini mendapat pendampingan langsung dari IPB. Karenanya hanya kekaguman yang bisa kami sampaikan. Semoga sepulang dari sini, kami bisa mengambil pelajaran yang bisa diterapkan di Jambi”.

Sebelumnya, Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Bidang Penelitian, Prof Dr Agik Suprayogi mengatakan, sudah semestinya IPB dekat dengan masyarakat. Menurut Prof Agik, IPB memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat, mengingat hal ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.

“Dan melalui Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) LPPM IPB, di Bogor, Cianjur dan Sukabumi telah terbentuk 150 Posdaya. Berbekal potensi yang dimiliki desa, kami mengajak warga lingkar kampus untuk maju bersama dengan IPB,” papar Prof Agik.

Rombongan Pemkot Jambi ini terdiri dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seluruh camat dan lurah, dan beberapa anggota tim penggerak PKK. Sementara dari IPB, turut hadir Kepala P2SDM LPPM IPB Dr Puji Mulyono, dan dari Pemkot Bogor, hadir perwakilan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB). (nm)

Sandaran Hidup is a post from: salamsuper[dot]com
Posted: 21 Sep 2012 01:58 PM PDT

Pada suatu kesempatan ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Bunda, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa bunda juga akan berbuat yang sama buat aku?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak Nak. Tapi, Bunda akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu dan keluarga kita.”

sandaran hidup
Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “Terus Bun, aku waktu itu pernah dengar cerita ada Ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau Bunda bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Bunda akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat Bundamu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih ya Bunda, Bunda adalah sandaran hidup Aku.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, “Tidak, Nak! Tapi Bunda akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Bunda sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya Bunda bisa mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.

© 2012, admin. All rights reserved.

Sandaran Hidup is a post from: salamsuper[dot]com

Sandi Morse Tuhan is a post from: salamsuper[dot]com (Posted: 11 Sep 2012 07:25 AM PDT)

Sewaktu jaman telegraph sedang berjaya, ada seorang anak muda yang begitu mencintai sandi-sandi morse & bermimpi dapat bekerja di perusahaan pengiriman pesan kilat tersebut. ingga suatu hari kesempatan itu datang, perusahaan telegraph mengumumkan adanya sebuah lowongan. Dengan bersemangat anak muda tersebut datang ke perusahaan itu untuk melamar.

Ketika memasuki perusahaan telegraph itu, ia ter kagum-kagum melihat sekeliling bagaimana para pekerja sibuk & terdengar ramai suara-suara sandi morse. Namun ternyata peminat atas pekerjaan itu tidak-lah sedikit. Banyak orang telah duduk menunggu tuk melakukan wawancara.

Oleh repsesionis dia diminta mengisi formulir sambil duduk menanti bersama para pelamar lainnya. Namun ketika ia telah selesai mengisi formulir, tiba-tiba anak muda itu berdiri & segera masuk ruang wawancara tanpa menunggu dipanggil. Hal itu tentu saja membuat para pelamar lainnya ber tanya-tanya. Apa lagi beberapa saat kemudian diumumkan bahwa pemuda itu mendapatkan pekerjaan tersebut. Mereka pun protes dengan keputusan itu.

Akhirnya pihak manajemen memberi penjelasan:
“Anak ini datang bukan hanya menunggu dipanggil, namun ia benar-benar menguasai & mencintai sandi-sandi morse. Sedari tadi kami sudah memberikan informasi melalui sandi morse yg berbunyi ‘Jika Anda sudah selesai mengisi formulir, silahkan masuk untuk wawancara’ Hanya anak ini menangkap informasi tersebut sedangkan saudara-saudara tidak”.

Terkadang, kita seperti para pelamar itu.

Kita sibuk dgn permintaan kita, sehingga kita tidak tahu bahwa Tuhan sedang berbicara dengan kita. Akhirnya, berkat yang harusnya kita terima terlewatkan, hanya karena kita tidak peka dengan Sandi Morse Tuhan.

Untuk itu mari kita belajar seperti anak muda yg mencintai sandi morse itu. Ketika kita datang kepada Tuhan, kita bukan hanya sibuk dengan permintaan dan pikiran kita sendiri, namun juga mengarahkan telinga rohani kita kepada suara dan Sandi MorseNya.

Saya teringat dengan kata-kata mantan presiden Amerika John F. Kennedy. The Chinese use two brush strokes to write the word ‘crisis.’ One brush stroke stands for danger; the other for opportunity. In a crisis, be aware of the danger — but recognize the opportunity

Terjemahan bebasnya kurang lebih seperti ini: Orang China menggunakan 2 goresan untuk kata krisis, goresan pertama bermakna bahaya, goresan kedua bermakna kesempatan. Pada saat krisis pahamilah bahaya nya, tetapi kenalilah kesempatannya.

Dan ini sangat klop dengan pesan Tuhan 14 Abad silam “Sesungguhnya dibalik setiap kesulitan itu terdapat kemudahan”. Jadi dalam situasi sesulit apapun kalau kita memang jeli, pasti ada ada hikmah yang bisa kita ambil.

Semoga kita bisa memanfaatkan setiap kesempatan terbaik dalam hidup ini.

© 2012, admin. All rights reserved.

Sandi Morse Tuhan is a post from: salamsuper[dot]com

Baru Tiga Bulan Berdiri , Posdaya Harapan Maju Berkembang Pesat (Sumber : Humas IPB)

Meski baru tiga bulan berdiri, Posdaya Harapan Maju Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Bogor
berhasil mengintegrasikan potensi masyarakat. Di bidang ekonomi, Posdaya yang berdiri 17
Juni 2012 ini mampu mendorong usaha mikro dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. “Di
sini kami memberdayakan ibu rumah tangga untuk membuat kerajinan keranjang dari bambu,
menyulam manik-manik kerudung dan sepatu,” kata Ketua Posdaya Harapan Maju, Pepen Effendi
dalam acara kunjungan Observation Study Tour (OST) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Pemerintah Kabupaten Indramayu. Rombongan yang diketuai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Indramayu, Drs. H. Wahidin, MM ini diikuti 90 orang SKPD yang terdiri 31 camat, dan kepala unit pelaksana pemerintahan di Kabupaten
Indramayu.

Setiap satu keranjang besar, ibu-ibu mendapat upah Rp 600,- per keranjang. Sedangkan, dalam
pembuatan keranjang kecil yang digunakan untuk mengemas tahu Sumedang, tape dan telur,
ibu-ibu diberikan modal usaha sebesar Rp 50 ribu. Keranjang ini kemudian dijual kepada
pengepul yang memberikan modal. “Setiap 200 keranjang kecil kami beli Rp 20 ribu.
Keranjang-keranjang ini kami kumpulkan, lalu dijual ke Sumedang dalam partai besar,” kata
Pemilik Perajin Keranjang, Emat, salah satu pengrajin mulai menekuni usaha keranjang pada tahun 1989. Sejak pemberian bantuan mesin pemotong dan penghalus bambu, usahanya kian berkembang. Kini, ia mempunyai tenaga kerja sebanyak 20 orang.

Menurut Pepen, hampir semua ibu-ibu rumah tangga di posdaya yang anggotanya kini berjumlah
87 orang ini bekerja sambilan sebagai penyulam manik-manik kerudung dan sepatu. Kegiatan
menyulam dilakukan di sela-sela waktu senggang usai mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan
mengasuh anak. “Satu sulaman manik pada kerudung, ibu-ibu mendapatkan upah Rp 1500- Rp
2000,- dan Rp 15.000 untuk satu kodi sulaman manik sepatu. Satu minggu ibu-ibu bisa
menyelesaikan dua kodi sulaman manik sepatu,” lanjut Pepen.

Kepala BPPKB Kabupaten Indramayu, Drs.Wahidin, MM mengatakan kunjungannya ke posdaya
binaan Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (P2SDM-LPPM), Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dalam rangka studi banding
pengembangan posdaya di Indramayu. “Saya sangat apresiasi terhadap warga di sini yang dalam
singkat bisa mengkoordinir potensi yang ada untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Di Indramayu juga mempunyai berbagai potensi, namun belum terkelola dengan baik, sehingga
belum sinergis dan memberikan pengaruh positif yang lebih luas,” ujar Drs. Wahidin ketika
meninjau lapangan.Rombongan juga meninjau langsung posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Ihsan Tama, dan Lembaga Keuangan Mikro Tebar Pesona. Pengorbanaan pengurus posdaya tampak dari pendirian

PAUD Al Ihsan Tama. Kata Pepen, PAUD Al Ihsan Tama berdiri di rumah sederhana bekas warung
milik Ketua RT 6 setahun silam. “Pak RT meminjamkan warungnya untuk dipakai sebagai kegiatan
PAUD secara sukarela.” Wakil Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat, LPPM IPB, Dr.Prastowo berharap posdaya dapat membantu meningkatkan pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. “IPB telah mengembangkan sekitar 100 posdaya di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Melalui kerjasama dengan Yayasan Damandiri, IPB menjadi koordinator wilayah bagi 10 perguruan tinggi mitra dalam pengembangan posdaya. Kami berharap Kabupaten Indramayu dapat berbagi pengalaman berharga dalam kunjungan OST di Desa Sukadamai,” jelasnya. (ris)

subject : Baru Tiga Bulan Berdiri , Posdaya Harapan Maju Berkembang Pesat

Muliakanlah Keramat Hidup-mu is a post from: salamsuper[dot]com
Tidak ada hal yang lebih pantas selain bersyukur ..
Jika sampai saat ini ..
Kita masih bisa menatap Orang tua yang sangat kita sayang ..
Coba tatap mereka, Gunakan nurani kita ..
Begitu indah lekuk senyum mereka ..

Begitu indah sorot mata mereka ..
Dan yakinlah, Doa mereka selalu mengiringi setiap langkah kita ..Terkadang kita selalu merasa Orang tua terlalu mengekang ..
Terkadang kita tidak menerima keputusan Orang tua kita ..
Kita marah, Kita menaikan nada suara kita. Bahkan kita membentaknya ..
Pernahkah Kita mengucapkan kata maaf karena hal itu ??
Kita seperti Muka Batu, Kita terlalu gengsi untuk itu .. !!

Sadarkah kita…??
Orang Tua kita tidak pernah menuntut maaf dari kita..
Tapi kita seperti orang yang tak berdosa..
Padahal kita sudah membuat mereka sakit hati..
Bahkan mereka menangis karena tingkah bodoh kita ..
Tapi dengan Tulus dan Sayangnya, Mereka selalu Memaafkan kita ..
Yakinlah, Bahwa Orang tua selalu ingin yang terbaik buat kita ..

Ingat ..
Suatu saat kita akan menatap mereka dalam balutan kain putih..
Atau bahkan mereka yang menatap kita dalam balutan kafan ..
Apakah kita mau menangis dalam Penyesalan..??
Karena kita ga pernah tau sampai kapan kita bernafas .
Muiakanlah keramat hidup-mu itu, sebelum penyesalan itu datang.

© 2012, admin. All rights reserved.

Muliakanlah Keramat Hidup-mu is a post from: salamsuper[dot]com